Navigation Menu

Cerita Kehidupan Diujung Perbatasan NKRI










Tidak pernah membayangkan sebelumnya kalau Saya dan keluarga akan tinggal didaerah ini, daerah yang jauh dari pusat kota. Daerah ini adalah  salah satu pintu masuk perbatasan antara Malaysia dan Indonesia yang ada di provinsi Kalimantan Barat. Ada tiga pintu masuk perbatasan di Kalimantan Barat yaitu PLBN Entikong Sanggau, PLBN Aruk Sambas dan terakhir adalah PLBN  Badau Kapuas Hulu,  tempat saat ini kami bermukim. Badau berada di ujung kabupaten Kapuas Hulu berbatasan langsung dengan Malaysia yaitu Lubuk Antu. Badau mempunyai 9 desa yaitu desa Janting, Seriang, Kekurak,  Badau, Pulau Majang, Semuntik, Sebindang, Tajum dan Tinting Seligi.

Untuk sampai ke Badau dari ibu kota Provinsi Kalimantan Barat bisa via udara atau darat. Jika via udara dari bandara Supadio menuju bandara Pangsuma Putussibau dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam, kemudian di lanjutkan via darat dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam. Sedangkan via darat dari Pontianak jarak tempuh kurang lebih 13 jam jika kita melewati jalan pintas yaitu jalan perkebunan kelapa sawit, sedangkan kalau melewati jalan negara jarak tempuh lebih lama lagi kurang lebih 18 jam,   itu memakai kendaraan pribadi ya, kalau dengan bus lebih lama lagi. Hmmm cukup jauh bukan ?

Kehidupan disini sudah kami lewati selama 4 tahun, sejak  suami ditempatkan oleh perusahaan untuk bertugas di salah satu perkebunan kelapa sawit    yang  berlokasi  dikecamatan Badau . Oh iya diBadau ada perusahaan kelapa sawit  milik group karya mas Jakarta. Bagi Saya hidup disini cukup unik selain kami harus mempunyai paspor (untuk  pendatang yang bukan penduduk Badau ,untuk warga disini cukup punya  pas merah namanya sebagai  pengganti pasport ) agar  memudahkan keluar masuk negara tetangga . Kami juga memakai dua mata uang untuk berbelanja yaitu rupiah dan ringgit. Disini untuk berbelanja keperluan sehari- hari bisa di lakukan dipasar Badau tapi bisa juga dilakukan dinegeri tetangga yaitu Lubuk Antu  daerah yang  berbatasan langsung dengan Badau, dimana waktu tempuh hanya  15 menit dari kecamatan Badau dan bisa menggunakan kendaraan roda empat dengan plat nomor Indonesia , begitu juga masyarakat Lubuk Antu mereka bisa keluar masuk keBadau menggunakan kendaraan dengan plat nomor Malaysia untuk berbelanja,  jadi antara Badau dan Lubuk Antu ini saling mendukung untuk perekonomiannya, dan jangan heran  kalau di badau melihat kendaraan berseliweran dengan plat nomor Malaysia karena penduduk disini kebanyakan memilih untuk memiliki mobil Malaysia di banding mobil dalam negeri. Untuk yang satu ini mungkin ada kebijakan dari pemerintah untuk wilayah perbatasan sehingga mereka diperbolehkan memiliki kendaraan luar yang dipakai disini. Kalau kebutuhan pokok sehari - hari banyak yang didatangkan dari Malaysia seperti telur, gas, gula ,minyak ,ayam , daging dan ikan semua kebanyakan  dari Malaysia termasuk juga beberapa jenis sayuran,  dan jangan heran juga ya kalau di pasar banyak sekali produk produk Malaysia yang di jual dan lebih murah di banding barang dari negeri sendiri. Kalau belanja sayur di sini harganya selangit hihihi , satu biji labu siam bisa diharga 10k , tomat satu biji  5k itu sudah biasa bagi masyarakat disini. Mungkin bagi pendatang agak terkaget- kaget. Disini untuk barang frozen food di dominasi oleh produk Malaysia untuk produk negeri sendiri tidak pernah saya temukan. Setiap 2 minggu sekali bertepatan dengan gajian para karyawan sawit  di pasar badau  ramai orang-orang yang berbelanja banyak yang berjualan di pinggir jalan bahkan yang jualan ada yang berasal dari Lubuk Antu, sungguh perusahaan sawit memberikan dampak yang sangat besar bagi perekonomian Badau, sebab yang saya dengar sebelum adanya perkebunan sawit badau sepi sekali.  Badau saat ini sudah berbeda dengan yang dulu sudah lebih baik dari pertama kami datang ke sini karena infrastruktur seperti jalan dari ibu kota kabupaten ke Badau sudah bagus , sebelumnya hmmm parah sekali untuk sampai ke ibu kota kabupaten saja bisa 5 jam tapi  sejak jalan  sudah di perbaiki waktu tempuh hanya 3 jam , Pos Lintas Batas Negara sudah di bangun begitu cantik oleh pemerintahan sekarang, dan tak heran di jadikan sebagai ajang foto foto bagi warga yang melintas di sini. 

Selain itu hidup disini bagi Saya banyak pengalaman dan pelajaran serta keunikan  yang di dapat , seperti melatih kesabaran karena kemana mana jauh , jadi sering jalan- jalan  ke negeri tetangga hanya untuk membeli ikan segar atau sekedar cari jajanan nasi lemak , unik bukan ? hehehe. Mungkin kalau di tempat lain tidak bisa saya temukan hal seperti ini, benar kan .

Nah teman begitulah sedikit kisah kehidupan Saya diujung negeri , semoga saya tetap bersyukur dimana pun Saya  berada dan bisa menikmati dan menjalaninya dengan ikhlas walau harus jauh dari kehidupan kota, orang tua dan sanak saudara. 

Postingan ini diikut sertakan dalam  One Day One Page bersama Estrilook Community.
#Day 4

0 komentar:

Ini Dia 3 Menu Sarapan Dari Kentang yang Enak, Bergizi, dan Gampang Membuatnya. Coba Saja Dijamin Suka!


Menyiapkan sarapan dipagi hari sudah menjadi hal yang biasa . Banyak jenis bahan makanan yg dapat kita jadikan untuk sarapan. Sarapan tidak harus nasi, kentang juga bisa jadi alternatif pengganti nasi karena sama - sama mengandung karbohidrat .
Hal yang perlu diperhatikan untuk membuat sarapan berbahan kentang adalah harus lengkap gizi dan bahan- bahan tambahan usahakan dimasak bersama dalam satu masakan. Dalam penyajian dapat kita gunakan alumunium foil sehingga dapat kita bawa untuk bekal. Berikut ini alternatif menu- menu sarapan kentang yang dapat kamu coba .





1. Hash Brown

Bahan
200 gram kentang, parut kasar
50 gram keju cheddar parut
1 butir telur, kocok lepas
1/4 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk
Minyak untuk menggoreng

Cara membuat
1. Lap kering kentang dengan serbet kertas atau tisu dapur
2. Aduk rata kentang, telur, garam, merica bubuk, dan keju parut
3. Panaskan 2 sendok makan minyak, tuang campuran kentang, bentuk segitiga dengan spatula kayu
4. Balik lalu angkat.


2. Kentang Panggang
Bahan
500 gram kentang
1 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk
1/2 sendok teh pala bubuk
100 gram daging giling
50 gram kacang polong
2 butir telur, kocok lepas
100 gram keju cheddar parut
1 kuning telur, kocok lepas untuk olesan.
Cara Membuat

1. Haluskan kentang
2. Tambahkan garam merica bubuk dan pala bubuk, aduk rata
3. Masuk kan daging giling dan kacang polong aduk rata
4. Tambahkan telur dan keju parut
5. Tuang keloyang yang diolesin margarin
6. Oven 30 menit sampai setengah matang
7. Olesi dengan kuning telur, oven lagi 30 menit sampai matang.

3. Kentang Skotel
Bahan
3 buah kentang , rebus 1/2 matang
6 butir telur , kocok lepas
300 ml susu cair
100 ml krim kental
3/4 sendok teh garam
1/2 sendok teh pala bubuk
100 gram keju cheddar parut

Cara membuat
1. Aduk rata telur, susu cair, krim ketal, garam, pala bubuk dan keju parut sisihkan
2. Potong kentang bulat bersama kulit setebal 1/2 cm
3. Tata dipinggan tahan panas yang sudah diolesi margarin
4. Tuang campuran telur di atas kentang
5. Letakkan pinggan di atas loyang yang sudah diisi sedikit air.
6. Oven 50 menit dengan suhu 170 derajat sampai matang .

Untuk kentang panggang dan kentang skutel dapat langsung dibuat malam sebelumnya Sehingga dipagi hari sudah siap disajikan . Praktis dan gampang kan. Selamat mencoba.

Postingan ini diikut sertakan dalam One Day One Page bersama Estrilook Community
#Day 3

2 komentar:

Supaya Cake Tidak Gagal, Yuk Cari Tahu Cara Membuatnya!



Hallo moms,  setiap hari tentu kita ingin menyajikan makanan dari dapur sendiri yang istimewa buat keluarga tercinta. Cake  adalah salah satu makanan yang dapat moms sajikan di saat sore hari sambil minum teh atau kopi. Tapi pernah nggak sih moms saat kita lagi  bikin cake, terus cake yang kita bikin gatot alias gagal total. Misalnya bantat , gampang terbelah , cake berlubang - lubang dan lain sebagainya . Tahu nggak moms, itu artinya cake yang kita buat ada kesalahan dalam pembuatan nya .

Nah, Moms tentunya penasaran, kira-kira apa saja sih yang perlu kita perhatikan pada saat membuat cake? Agar cake yang kita buat oke dan tentunya ketika kita sajikan untuk keluarga tercinta bakal jadi makanan yang paling ditunggu. Yuk, kita pelajari dulu beberapa tips membuat cake sebelum terjun ke dapur.  









 

1. Olesi Loyang dengan Margarin
Mengolesi loyang dengan margarin itu penting supaya cake tidak lengket. Ketika cake dikeluarkan tidak pecah. Selain itu, cake juga akan terlihat lebih cantik tentunya.

2. Lapisi Loyang dengan Kertas Roti
Ini juga tidak kalah penting loh, Moms. Meskipun kita sudah mengolesinya dengan margarin tetap harus dilapisi dengan kertas roti, supaya hasilnya jadi lebih maksimal.

3. Meratakan Permukaan Adonan
Setelah adonan dituang ke dalam loyang, ratakan adonan agar terlihat cantik. Hal ini mencegah timbulnya banyak lubang udara di permukaan cake.


4. Hentakkan Loyang Sebelum di bakar atau dikukus
Ini gunanya untuk menghilangkan gelembung yang terjebak di dalam supaya hasil cake  tidak kempis berpori dan bantat.

5. Jangan Mengisi Adonan Terlalu Penuh ke Loyang
Saat mengisi adonan ke loyang, usahakan sisakan 1 -2 cm dari tinggi loyang. Kenapa? Agar cake tidak meluber keluar serta bisa mengembang dengan sempurna sehingga tidak mengotori oven .

6.  Jangan Memenuhi Oven Saat Pemanggangan
Artinya saat kita memanggang dengan oven, usahakan rak dari atas sampai bawah tidak dipenuhi loyang, lakukan satu per satu . Loyang cukup ditaruh di rak tengah agar panas merata dan matang dengan sempurna

7. Terlalu Cepat Mengeluarkan Cake
Pastikan cake matang dengan sempurna baru mengeluarkan cake dari oven, untuk melihat kematangannya tusuk dengan lidi, apabila lidinya licin itu menunjukkan cake sudah matang, biar lebih sempurna boleh menambahkan 3-5 menit lagi pemanggangannya.

8. Proses Pendinginan 
Biarkan cake dingin secara alami dan
permukaan mengeras. Jangan mendinginkan dengan cara memasukkan ke dalam kulkas, sebab akan membuat cake lengket di loyang karena perubahan suhu dari panas ke dingin

Nah, sekarang membuat cake bukan masalah lagi ya. Moms bisa membuatnya di rumah tanpa takut bantat dan lain sebagainya. Dengan mengikuti tips - tips di atas serta memilih bahan bahan berkualitas, dan takaran bahan sesuai aturan, sudah dapat di pastikan pembuatan cake itu gampang dan berhasil sesuai dengan yang moms inginkan. 
Selamat berkarya dari dapur moms.

Postingan ini diikut sertakan dalam One Day One Page bersama Estrilook Community
#Day 2

2 komentar:

Langkah Praktis Biar Waktu Bunda Tidak Terkuras Didapur Setiap Hari



Di zaman yang serba canggih seperti sekarang, tentu ibu rumah tangga mempunyai segudang aktivitas. Dari mulai bekerja diluar sampai aktivitas didalam rumah yang tidak ada habisnya. Seperti mengurus anak, membersihkan rumah, memasak, hingga harus mengantar dan menjemput anak sekolah. Untuk urusan memasak memang Bunda bisa saja membeli makanan di luar, tapi itu akan lebih boros dan kurang higienis tentunya. Bukankah Bunda  selalu ingin menyajikan yang terbaik untuk keluarga tercinta?

Nah, ada cara praktis yang dapat dicoba supaya waktu Bunda tidak habis di dapur hanya untuk urusan memasak.

Foto: pexels.com

Pertama , siapkan satu hari dalam satu minggu untuk bisa belanja ke pasar membeli lauk seperti ikan, daging dan ayam dalam jumlah yang mencukupi untuk satu minggu . Ini akan lebih menghemat waktu dan tentu saja lebih hemat pengeluaran, karena kita membeli dalam jumlah yang banyak dipasar . Biasanya dipasar lebih murah daripada di tukang sayur .

Kedua , sebelum disimpan dikulkas cuci bersih ikan , ayam dan daging . 
Selain untuk menghilangkan bakteri agar tidak terkontaminasi dikulkas, cara ini juga praktis. Sebab saat Bunda mau memasak sudah dalam keadaan bersih. Mungkin bisa dicuci sekali lagi saat akan dimasak nanti. Untuk daging, cara mencucinya dengan cara diblansir, yaitu dididihkan air panas di panci stainless, lalu buang airnya. Lakukan sebanyak 3 kali ya. Jadi, setelah masak Bunda tidak perlu mencucinya lagi.

Ketiga, bagi ikan, ayam dan daging tadi menjadi porsi yang lebih kecil yang biasa untuk dimasak setiap hari , lalu masukkan di dalam wadah. Untuk ikan yang mau digoreng Bunda bisa langsung berikan bumbu. Bila perlu ditulis ditiap wadah tadi agar mudah dalam pengambilan nya.

Keempat, blender bumbu dalam jumlah besar, seperti bumbu dasar merah (cabe besar warna merah, bawang merah, bawang putih),bumbu dasar kuning (bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, lengkuas ) dan bumbu dasar putih (Bawang merah, bawang putih, kemiri ) jangan lupa di tumis dulu ya. Lalu masukkan tiap bumbu didalam wadah masing masing agar saat mau memasak kita tidak perlu membuat bumbu lagi dan jangan lupa tulis di atas wadah biar tidak tertukar.



Foto: pexels.com

Kelima, untuk sayuran yang lebih tahan lama seperti wortel, kol, terong , labu siam dan lain lain Bunda bisa juga stok didalam kulkas dengan cara dibungkus untuk menyimpannya.

Bagaimana, praktis bukan? Yuk, kita coba agar waktu Bunda tidak banyak terkuras di dapur saja serta bisa dimanfaatkan untuk pekerjaan lainnya. Selamat mencoba.

Postingan ini diikut sertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community
#Day1

0 komentar: